Bolehkah Keramas Saat Haid? Ini Fakta Medisnya

 


Keramas saat haid masih sering dianggap sebagai pantangan oleh sebagian masyarakat. Larangan ini umumnya diwariskan secara turun-temurun oleh orang tua zaman dahulu dan dikaitkan dengan berbagai mitos, mulai dari alasan kesehatan hingga hal-hal yang bersifat mistis. 

Tak jarang, perempuan diminta menahan diri untuk tidak keramas selama menstruasi demi menghindari dampak buruk yang dipercaya bisa terjadi. Namun, di era informasi seperti sekarang, muncul pertanyaan penting, benarkah keramas saat haid berbahaya? Apakah larangan tersebut bisa dipertanggungjawabkan? Agar Anda tidak lagi bingung, mari simak penjelasan fakta dan mitos tentang haid berikut ini.

Mengapa Keramas Saat Haid Kerap Dilarang?

Larangan keramas saat haid umumnya didasari oleh berbagai kepercayaan lama. Salah satu mitos yang paling sering terdengar adalah anggapan bahwa air yang disiramkan ke kepala dapat membuat darah haid menggumpal atau membeku sehingga alirannya menjadi tidak lancar. 

Ada pula yang percaya bahwa mandi atau keramas dengan air hangat justru bisa membuat darah menstruasi keluar lebih banyak. Selain itu, beredar pula kepercayaan bahwa menyiram kepala saat haid dapat menyebabkan darah atau keputihan “naik” ke kepala dan masuk ke otak. 

Tentu saja, kepercayaan-kepercayaan tersebut terdengar mengkhawatirkan, terutama bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi. Sayangnya, semua anggapan tersebut tidak memiliki dasar medis maupun penjelasan ilmiah yang valid. Secara medis, keramas saat haid justru aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi.

Fakta Seputar Keramas Saat Haid

Agar Anda tidak lagi terpengaruh oleh mitos yang menyesatkan, berikut beberapa fakta penting tentang keramas saat haid yang perlu diketahui.

1. Tidak Ada Hubungan Antara Keramas dan Gangguan Menstruasi

Keramas maupun tidak keramas saat haid tidak memengaruhi siklus atau kelancaran menstruasi. Gangguan haid umumnya disebabkan oleh faktor lain, seperti perubahan atau ketidakseimbangan hormon, penyakit pada organ reproduksi, serta aktivitas fisik yang terlalu berat

Selain itu, faktor stres dan depresi, masa pubertas atau menopause hingga berat badan yang terlalu rendah atau berlebihan juga bisa menjadi penyebabnya. Dengan kata lain, kebiasaan mencuci rambut sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi menstruasi Anda.

2. Air di Kepala Tidak Mempengaruhi Darah Haid

Pendapat bahwa air dingin dapat membekukan darah haid atau air hangat membuat darah keluar lebih banyak adalah mitos belaka. Tidak ada hubungan antara pembuluh darah di kepala dengan darah menstruasi. Darah haid berasal dari peluruhan dinding rahim, bukan dari kulit atau kepala. 

Setiap bulan, rahim mempersiapkan diri untuk kehamilan dengan membentuk lapisan dinding. Jika tidak terjadi pembuahan, maka lapisan ini akan luruh dan keluar melalui organ vagina. Proses inilah yang disebut menstruasi.

3. Darah Haid Tidak Mungkin Masuk ke Otak

Berdasarkan anatomi, saluran reproduksi wanita sama sekali tidak terhubung dengan pembuluh darah yang ada di otak. Oleh karena itu, anggapan bahwa darah haid bisa masuk ke otak akibat keramas jelas tidak masuk akal. Memang, sebagian perempuan mengalami pusing atau sakit kepala saat haid. Namun, kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon, bukan karena darah haid yang “naik ke kepala”.

Manfaat Keramas Saat Haid

Alih-alih dihindari, keramas saat haid justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan kenyamanan Anda, di antaranya:

1. Menjaga Kebersihan dan Keindahan Rambut

Masa haid dapat berlangsung hingga 7 hari. Jika selama itu Anda tidak keramas, minyak dan debu akan menumpuk, membuat rambut kusam dan tidak sehat.

2. Mengurangi Risiko Rambut Rontok

Rambut yang kotor dan jarang dibersihkan cenderung lebih rapuh dan mudah rontok. Keramas secara rutin membantu menjaga kekuatan rambut.

3. Mencegah Aroma Tak Sedap

Penumpukan minyak dan kotoran di rambut dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri.

4. Mengurangi Gatal pada Kulit Kepala

Kulit kepala yang kotor rentan gatal dan iritasi. Keramas membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan mencegah luka akibat garukan.

5. Memberikan Efek Relaksasi

Keramas dengan air hangat dapat membantu merilekskan otot-otot tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, serta mengurangi rasa pegal dan kram yang sering muncul saat haid.

Keramas memang memberikan kenyamanan dan ketenangan saat haid, terlebih jika menggunakan air hangat. Hal tersebut karena suhu air hangat bisa membantu untuk merilekskan otot-otot tubuh yang tegang. 

Seperti halnya yang ada di area perut dan punggung yang seringkali menjadi penyebab munculnya nyeri haid. Selain itu, suhu yang hangat dari air juga membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang berefek pada berkurangnya rasa kram dan nyeri. 

Tips Nyaman Selama Menstruasi

Menstruasi adalah fase alami yang membutuhkan perhatian ekstra agar tubuh tetap terasa aman dan nyaman sepanjang hari. Salah satu kuncinya adalah memilih pakaian yang ringan dan menyerap keringat, agar area sensitif tetap kering dan terhindar dari iritasi. 

Anda juga perlu menjaga kebersihan dengan rutin mengganti pembalut setiap 3–4 jam, mengganti celana dalam secara berkala, hingga mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut. Selain itu, pilihlah produk menstruasi yang sesuai dengan kebutuhan, serta bersihkan area genital dengan benar dari depan ke belakang.

Jangan lupa mengeringkannya agar tidak lembab, hindari penggunaan produk kewanitaan beraroma kuat, dan selalu jaga pola makan sehat, sekaligus mencukupi asupan cairan. Bila perlu, Anda bisa mengonsumsi minuman herbal seperti kunyit asam juga dapat membantu meredakan kram, nyeri, dan rasa lelah selama menstruasi.

Haid Nyaman dan Aman dengan Kunyit Asam Lancar Datang Bulan



Untuk membantu meredakan keluhan haid seperti nyeri, kram, dan tubuh terasa lelah, Anda juga dapat mengonsumsi minuman herbal. Salah satu pilihan praktis adalah Kunyit Asam Lancar Datang Bulan. Minuman tradisional ini diformulasikan dari kombinasi herbal pilihan seperti kunyit, asam, kencur, jahe, delima, guarana, dan gula palem. 

Rasanya lembut di tenggorokan, tidak pahit, dan mudah dikonsumsi kapan saja. Anda bisa konsumsi rutin 1–2 botol per hari, dimulai sejak tiga hari sebelum haid hingga masa menstruasi berlangsung.

Kunyit Asam Lancar Datang Bulan membantu Anda tetap aktif, nyaman, dan percaya diri menjalani hari-hari meski sedang haid. Haid lebih lancar dan menyenangkan dengan Kunyit Asam Lancar Datang Bulan!


Komentar